4 Hal Yang Harus Disampaikan Dalam Blog Untuk Personal Branding Anda

Pentingnya Personal Brand

personal brand

OK, ini janji saya akan membahas bagaimana menggunakan blog sebagai alat atau media personal branding. Personal branding sangat dibutuhkan oleh seorang pebisnis, profesional, leader MLM, pebisnis jasa, bahkan karyawan pun perlu.

Salah satu Midas Touch, yang dibahas oleh dua pebisnis besar Robert T Kiyosaki dan Donald Trum, adalah merk atau brand. Salah satu cuplikan dari buku Midas Touch yang menarik perhatian saya:

Ketika merek itu sudah bekerja, Anda akan mengerti. Merek itu menghemat banyak waktu. Perkenalan dan penjelasan tidak akan perlu. Dengan satu merek, Anda juga tidak perlu memburu peluang. Peluang yang akan datang kepada Anda. Apa arti sebuah nama? Banyak! Dan itulah Sentuhan Midas.

Anda bisa baca dalam buku itu untuk membahas lebih jauh tentang pentingnya merk atau brand. Pada saat ini saya akan bahas bagaimana menjadikan sebuah blog sebagai media untuk membangun brand Anda.

Kuncinya adalah setiap konten yang Anda tampilkan dalam blog Anda harus digunakan untuk menyampaikan 4 hal dibawah ini. Tidak harus setiap posting atau artikel memuat keempat hal ini, tetapi bisa saja bergantian. Maksudnya bisa saja Anda membuat konten yang hanya menyampaikan 1 hal, kemudian membuat konten lain untuk menyampaikan hal lainnya.

Sampaikan 4 Hal Ini, Maka Brand Anda Akan Terbangun

Pertama: Atribut. Brand atau merk akan mengingatkan orang pada atribut tertentu. Misalnya jika Anda mau membeli lampu, kemudian Anda melihat merk Philips, apa atribut yang anda ingat dari Philips? Keawetan. Ya, Philips ingin dipersepsikan sebagai lampu yang awet.

Apa atribut yang Anda miliki dan bisa ditonjolkan? Maka rancanglah konten di blog Anda untuk menyampaikan bahwa Anda adalah orang yang … (silahkan isi dengan atribut Anda). Misalnya atribut yang ingin Anda sampaikan “orang yang sigap” atau “orang yang ahli bidang tertentu”.

Contoh: Rahmat adalah blogger profesional.

Anda tidak bisa menyampaikan segala hal, cukup beberapa bahkan jika perlu pilih satu saja atribut yang paling ingin Anda tonjolkan. Misalnya Philips, apakah hanya memiliki atribut keawetan saja? Tidak, tetapi memilih hanya satu yang ditonjolkan dan paling banyak disampaikan melalui media (iklan).

Kedua: Manfaat. Sebagai contoh ada sebagian orang yang fanatik dengan sepeda motor merk tertentu. Alasannya karena hemat bahan bakar. Entah persepsi atau kenyataan, tetapi itulah kekuatan merk.

“Saya ingin beli motor merk … agar bisa menghemat biaya BBM.”

Kira-kira, menurut Anda sepeda motor merk apa?

Jika Anda menjawab merk tertentu, artinya mereka sudah berhasil membangun brand tersebut sebagai sepeda motor hemat, setidaknya bagi Anda.

Ketiga: Nilai. Sederhana, mobil merk apa yang menggambarkan kemapanan dan prestise? Jawabannya adalah Mercedes Benz.

Siapakah yang memiliki personal brand yang terkaitan dengan kesantunan?

Sekarang, pertanyaanya adalah nilai apa yang bisa orang ambil dari Anda? Setelah Anda menemukannya, maka konten blog Anda harus diarahkan untuk menyampaikannya.

Keempat: Kepribadian. Mungkin ini disebut pencitraan? Ya, pencitraan memang salah satu hal dari branding. Saya kira inti dari merk adalah ini. Sebab menurut Kotler (2002), merk adalah nama atau simbol yang bersifat membedakan. Anda harus menampilkan sesuatu yang bersifat pribadi, artinya hanya Anda yang memilikinya.

Jika Anda sudah menampilkan atribut, manfaat, dan nilai tetapi masih tidak ada bedanya dengan orang lain, maka belum pembeda. Pembeda itu penting, pembedalah yang menjadi alasan mengapa orang memilih Anda atau memilih produk Anda.

Disinilah bisa kita lihat, bahwa branding akan sangat berkaitan dengan strategi (positioning) dan juga taktik (diferensiasi). Saat anda melakukan komunikasi branding, pada dasarnya mengaitkan positioning dan diferensiasi Anda dengan sebuah nama (merk) yaitu nama Anda.

Cara Menanamkan Brand Di Pembaca Blog Dengan Kuat

Yang paling penting adalah konsistensi. Karena hanya dengan konsistensilah brand akan tertanam kuat di benak pasar Anda. Artinya Anda harus konsisten membuat konten yang membangun brand Anda serta konsisten pula penyampaikannya pula.

Anda kualitas dan kuantitas konten blog Anda sama-sama penting. Meski pun berkualitas, jika Anda tidak konsisten membangun konten, maka akan kurang kuat menanamkan brand di benak pasar Anda. Sebaliknya juga berlaku, jangan hanya banyak menulis konten, tetapi tidak mampu membangun brand Anda.

Tentu saja, kita masih memerlukan pemahaman tambahan dengan kultur di internet. Bagaimana orang-orang menggunakan social media, menggunakan blog, berinteraksi, dan termasuk banjir informasi yang ada. Artinya selain menyampaikan keempat hal diatas secara konsisten, konten blog Anda juga harus disesuaikan dengan kultur di dunia maya (online), sebab blog memang ditujukan untuk dunia maya.

Terlepas apakah anda sudah membangun personal brand melalui media lain, membangun personal brand melalui blog bisa menjadi pelengkap yang akan membantu menguatkan personal brand Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *