Strategi Menjalankan Bisnis MLM dengan Blogging

Bagaimana Strategi Menjalankan Bisnis MLM Yang Jitu Dengan Blog?

menjalankan bisnis mlm dengan blog

Karena MLM salah satu bisnis yang “mudah” masuknya, maka otomatis bisnis MLM akan menjadi bisnis yang cukup berat persaingannya. Mengapa? Karena semakin banyak orang yang berbagung, akan semakin banyak saingan Anda. Inilah mengapa konversi pun menjadi sangat kecil.

Banyak yang bertanya, mengapa website saya yang sudah dikunjungi ratusan bahkan ribuan orang, tetapi tidak ada yang bergabung atau hanya sedikit saja?

Hadapi saja, itu adalah tantangan bisnis MLM atau yang sejenis. Belum lagi, masih banyak bisnis ilegal yang menyerupai bisnis MLM sehingga banyak orang yang menganggap sama. Kuncinya untuk mengikuti bisnis MLM adalah sudah terdaftar di APLI. Jangan coba-coba menjalankan bisnis MLM yang legal itu tidak mudah, apalagi yang ilegal.

Meski sudah “banyak” yang mengaku dapat uang dari bisnis ilegal, tapi hati-hati, suatu saat Anda akan kena batunya. Lebih baik fokus saja pada bisnis yang benar-benar legal, agar kerja keras kita saat ini tidak sia-sia nantinya.

Serius, bisnis MLM bukanlah bisnis yang mudah.

OK, pada pembahasan ini saya tidak hanya membahas bisnis MLM, pada dasarnya adalah bisnis berjenjang yang menyerupai atau mirip. Karena tidak semua bisnis menamakan diri dengan nama MLM, ada juga yang disebut bisnis keagenan, dimana setiap agen bisa merekrut agen lain lagi. Mirip ya? Memang mirip. Yang penting legal.

Model Dasar Menjalankan Bisnis MLM Melalui Blog

Model dasar menjalankan bisnis MLM melalui hanya terdiri dari 2 langkah berikut ini.

  1. Blog sebagai sumber traffic. Anda membuat blog agar banyak pengunjung yang tertarget. Misalnya Anda membahas tema yang berkaitan bisnis, kerja di rumah, atau berkaitan dengan produk MLM Anda.
  2. Kemudian, pengunjung Anda diarahkan melalui banner (iklan) di blog Anda menuju website support (replika). Sebagian orang akan bergabung dengan bisnis Anda. Berapa orang? Tergantung kualitas pengunjung yang Anda dapatkan melalui blog.

Tentu saja masih ada langkah lain, misalnya pembinaan terhadap jaringan Anda. Tetapi tidak dibahas disini, karena fokus artikel ini tentang penggunaan blog.

Model Tinggkat Dua: Tidak Kehilangan Prospek

Ada dua kelemahan jika Anda menjalankan bisnis MLM dengan model 2 langkah diatas. Apa itu? Jika prospek Anda mendatangi website replika, kemudian dia tidak langsung gabung, maka Anda akan kesulitan memfollow up nya. Anda langsung kehilangan peluang saat dia tidak bergabung.

Masih mending jika website support Anda memiliki cara untuk menangkap prospek. Tapi akan lebih optimal, jika Anda sendiri yang menangkap prospek tersebut, agar ada komunikasi lebih lanjut.

Bagaimana cara menangkap prospek tersebut? Banyak cara, yang paling umum dan cukup efektif adalah dengan menangkap alamat email prospek agar bisa komunikasi langsung. Jika tidak bisa, gunakan cara lain seperti social media dan BBM marketing.

Jadi prosesnya ada 3 langkah:

  1. Dapatkan kunjungan
  2. Tangkap prospek
  3. Arahkan ke web replika

Model Tingkat Tiga: Untuk Para Leader

Selanjutnya jika Anda ingin menjadi leader dan memiliki pembeda, Anda bisa membuat website support sendiri dan menyediakan website replika untuk downline Anda sendiri?

Pertanyaannya buat apa? Bukankah sudah ada web replika yang disediakan oleh upline Anda? Ya, sudah ada tinggal digunakan saja. Tapi, tantangannya adalah berapa banyak member perusahaan yang sama yang mempromosikan website yang sama?

Mengapa harus bergabung dibawah Anda, karena bergabung dibawah orang lain pun tidak ada bedanya?

Nah, Anda bisa membuat perbedaan sendiri. Anda bisa membuat website support yang berbeda. Artinya memiliki pembeda yang menjadikan alasan supaya prospek lebih memilih Anda. Ini tidak mudah memang, makanya hanya untuk para leader atau calon leader.

Peran Blog Bukan Hanya Mendatangkan Pengunjung

Yang sering dilupakan adalah bahwa fungsi blog bukan hanya untuk menarik pengunjung saja. Ada fungsi lain dari blog yang sangat membantu untuk mengembangkan bisnis MLM Anda.

Apa itu? Personal branding.

Ini yang jarang diperhatikan oleh para pebisnis pemula. Mereka lebih suka sibuk nyepam dibandingkan sibuk membangun personal brand.

Mengapa?

Di tengah persaingan yang ketat, personal brand akan sangat membantu menjadi alasan prospek bergabung dibawah Anda. Mungkin prospek sudah mengetahui bisnis yang sama dari orang lain, tetapi mereka akan lebih memilih Anda karena mereka suka dengan Anda atau karena mereka percaya kepada Anda.

Kadang, saya menerima SMS atau email dari prospek yang sebenarnya sudah bergabung dibawah orang lain tapi ingin bergabung dibawah saya. Dia berkata, “pak sebenarnya saya sudah bergabung dibawah orang lain, bisakah saya bergabung dibawah bapak?”

Tentu saja, dari segi etika ini tidak boleh. Target kita bukan orang yang sudah bergabung, tetapi yang belum.

Saya cerita tentang ini untuk menjelaskan bagaimana kekuatan personal brand dalam membangun bisnis MLM. Kita tidak bisa HANYA mengandalkan brand perusahaan, sebab semua member perusahaan akan menggunakannya. Untuk itu diperlukan brand tambahan, yaitu diri Anda.

OK, artikel kedepan, saya akan bahas tentang membangun personal brand melalui blog. Atau jika ingin bimbingan lengkap, mengapa tidak ikut personal coaching dari saya? KLIK disini.

PS: Saya sudah mencapai level Director dari salah satu perusahaan MLM ternama Indonesia. Saya mencoba menggunakan blog untuk berbagai bisnis agar bisa memahami bagaimana memanfaatkan blog untuk bisnis. Bukan hanya teori.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *